Thursday, January 12, 2012

Klub Tenis Jurusan Gizi FKUB

Tennis??

Yaaa, Tennis. Salah satu olahraga yang dari dulu selalu saya idam-idamkan keberadaanya. Hehehe. Kenapa tenis? saya juga tidak memahami itu, hati saya seperti terantuk padanya. Sudah lama saya ingin merasakan memegang raket, memukul bola dengan raket itu, mengejar-ngejar bola, dan juga berkompetisi.. (halah, ini ekspektasi yang terlalu tinggi).

Dan akhirnya saat itu pun tiba, ketika salah seorang teman kantor menginformasikan mengenai keberadaan Lapangan Tennis Indoor di lingkungan tempat saya bekerja. Waah, seperti api yang menyulut kertas, seperti itulah semangat saya begitu mendengar informasi itu. Saya langsung menyatakan MAU ikut! Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan latihan rutin, dengan bantuan seorang pelatih.

Di latihan perdana, hanya tiga orang saja! yap, TIGA orang saja! Saya, Pak Fajar, dan Mba Leny. Tapi saya sudah terlanjur mencintai olahraga ini. Apapun yang terjadi, tetap harus jalan. Informasi keberadaan Klub Tenis dadakan ini pun mulai disebarluaskan. Akhirnya Pak Aryo ikut bergabung, kemudian Afif, Rikanda dan kemudian Bu Titis dan Suaminya. Yeay, semakin ramai...

Terlebih setelah kita menemukan pelatih yang pas, yaitu Pak Bas, semangat kami semakin membara, jadwal latihan pun ditambah, menjadi 2 kali seminggu. Hehehe... :D

Nadal, Federer, Djokovic, Rodick, Agasi....Sampai ketemu di lapangan! ;)

Tuesday, July 19, 2011

Teman Baru saya....

Terhitung mulai 1 Juni, saya resmi bekerja di kota ini, suatu kota yang jauh dari perkiraanku sebelumnya. Ya, saya mulai aktif di Universitas Brawijaya Malang, tepatnya di jurusan gizi. Ada 5 orang yang `seangkatan` penerimaannya di sini, mereka lah yang akan menjadi teman di hari-hari di kehidupanku selanjutnya, sekitar 8 jam per hari, dan 5 hari per minggu. wow..

Ini lah mereka...

1. Olivia

Seorang cewek alumni Jurusan Gizi Universitas Brawijaya, dan sekarang sedang menempuh pendidikan pasca sarjana Biomedik. Dengernya aja sudah susah yaaa. Hehehe, tapi dia selalu bersemangat menjalani hari-harinya, kuliah, penelitian, sambil kerja. hehe. Olip ini sangat `menyukai` pisang dan duren.. :)

2. Ummu Ditya

Cewek satu ini, aktivis bangetttt, sibuknya amit-amitan. Seorang blogger, aktivis socmed, dan juga sering banget ikutan kuis di manapun, dan sekarang sedang keranjingan ikutan kuis di twitter. InsyaAlloh tahun depan, cewek berkacamata ini akan melanjutkan studinya ke US. Ayooo..siapa yang mau nitip Ipad, bisa langsung ke Ummu ya... ;)

3. Cleonara

Cewek alumni UGM Jogja ini begitu keibuan, maklum juga sih, mau jadi Ibu juga, dedeknya udah 5 bulan di perut. hehehehe.. Satu-satunya yang sudah memiliki gelar profesi Gizi di ruangan ini. Si Dini ini mulai kemarin menggunakan soft lens baru dan juga sepatu baru

4. Eva Putri

Cewek penggila sepatu dan baju-baju lucu ini memiliki leptop baru, dan baru beli semalem loh. Hehehe. Selalu harus makan siang tepat di jam 12 siang. Dia berencana melanjutkan S2 ke Philipina. Semangat Epa..!!

5. Yusuf Habibie

Satu-satunya cowok di ruangan ini. panggilannya Ucup Markucup. Sedikit, eh atau banyak ya, gilaaaa... hahahaha. Identik dengan kata-kata : 'Katakan Cepaaatttttt!!!!!, sering meringkik bagaikan kuda, sering menirukan halilintar dan juga sering menawarkan berbagai bahan dagangan. Si Ucup ini sedang berusaha meloloskan lamaran beasiswa S2nya ke Australia, sukses ya Cup..

Demikian sedikit testimoni tentang teman-teman baru saya di UB ini.. :)

Saturday, February 19, 2011

Apa itu Informasi Nilai Gizi?

Kita tentu sering mengkonsumsi makanan/minuman kemasan karena memang lebih praktis untuk mengimbangi mobilitas kita di jaman yang serba modern ini. Kadangkala kita jarang mengamati bahkan jarang pula menyadari adanya tabel Informasi Nilai Gizi yang biasa tertera di balik kemasan makanan/minuman. Padahal dari tabel itu, kita bisa mendapatkan informasi mengenai zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan yang nantinya akan masuk ke tubuh kita.

Informasi Nilai Gizi atau Nutrition Facts atau Label Gizi merupakan informasi yang menyebutkan jumlah zat-zat gizi yang terkandung dalam suatu produk makanan/minuman. Di Indonesia, peraturan tentang pelabelan gizi ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999. Dalam Informasi Nilai Gizi terdapat juga istilah Takaran Saji. Takaran Saji merupakan jumlah yang biasa disajikan dari satu kemasan makanan/minuman tersebut. Misalnya suatu makanan memiliki berat bersih (netto) 250 gram, takaran sajinya 25 gram, artinya jumlah yang biasa disajikan untuk makanan itu adalah 25 gram, sehingga dalam satu kemasan tersebut memiliki jumlah sajian sebanyak 10 (di Informasi Nilai Gizi biasa tertulis : jumlah sajian per kemasan 10). Takaran saji ini menjadi penting karena nilai zat-zat gizi yang tertera pada Informasi Nilai Gizi ini biasanya per sajian BUKAN kemasan. Jadi harus HATI-HATI dalam membaca, jangan sampai terkecoh! Misalnya disebutkan total Energi 70 kkal, maka harus diperhartikan, untuk per sajian atau per kemasan.

Dalam Informasi Nilai Gizi ini juga terdapat persentase dari Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan. Angka Kecukupan Gizi merupakan jumlah zat-zat gizi yang seharusnya dikonsumsi setiap harinya dalam jangka waktu tertentu. AKG ini telah dihitung berdasarkan pengaturan makanan rata-rata orang sehat. Di bagian bawah dari tabel informasi gizi ini seringkali terdapat keterangan “Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal. Kebutuhan energi Anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah”, maksudnya Angka Kecukupan Gizi seseorang sangat tergantung dari berat badan, umur, jenis kelamin, dan aktivitas fisik.

Apakah fungsi Informasi Nilai Gizi ini?

Dengan adanya Informasi mengenai nilai gizi ini, kita bisa memperkirakan berapa jumlah energi, protein, vitamin, dan beberapa jenis mineral yang akan masuk ke tubuh ketika kita mengkonsumsi suatu makanan. Misalnya, Reni, umur 18 tahun, memiliki Angka Kecukupan Gizi untuk Energi adalah 2200 kkal. Pada hari itu, Reni makan snack A dengan Energi total per sajian (yang tertera di kemasan) sebesar 180 kkal, snack B dengan Energi total 31 kkal, snack C dengan Energi total 46 kkal, dan snack D dengan Energi 97 kkal (total 354 kkal). Maka pada hari itu Reni telah mendapatkan sumbangan energi dari snack saja sebanyak 354 kkal. Dan perlu diingat, ini belum termasuk dari makan yang 3 kali sehari, (untuk sekedar informasi, seporsi nasi dengan 1 mangkok kecil tumis kangkung, 1 potong tempe goreng dan 1 potong tahu goreng memiliki kandungan Energi sekitar 522 kkal, apabila kita makan dengan menu dan porsi yang sama sebanyak 3 kali, untuk makan pagi, siang, dan malam misalnya, maka Energi total sebesar 522 x 3 = 1566 kkal)

Angka Kecukupan Gizi untuk Energi dan Protein

Dengan perhitungan seperti itu kita dapat memperkirakan jumlah zat gizi yang akan dan telah masuk ke dalam tubuh kita dalam sehari, sehingga kita bisa mengetahui apakah kita kekurangan atau kelebihan suatu zat gizi tertentu. Dan tentu saja, dengan mengetahui jumlah zat gizi yang masuk ke dalam tubuh, kita bisa merencanakan pengaturan makanan terhadap tubuh kita. Misalnya kita ingin mengurangi berat badan, tentu saja kita dapat mengurangi porsi makanan, dan sebaliknya apabila kita ingin menambah berat badan, kita menambah konsumsi makan kita. Intinya energi yang masuk harus SAMA DENGAN energi yang keluar. Mudah bukan apabila kita mengetahui manfaat dari Informasi Nilai Gizi.

Sunday, December 19, 2010

‘Amalia, kamu sungguh penggemar `gila`, love FIRA BASUKI, 19/12/2010`

Sesaat saya tersenyum begitu membaca tulisan itu di halaman pertama novel Alamak karya Fira Basuki milik saya. Suatu coretan kata-kata yang membuat saya tidak bisa berhenti tersenyum. Bahkan di account twitter @FiraBasuki, beliau menuliskan kembali kata-kata itu saat meng-upload foto saya dengan setumpuk novel karya beliau di tangan saya, `Ada penggemar 'gila' pagi2 dah nongkrong di JJ FM bawa tumpukan bukuku. Makasiy yaa @liapippo ♥`. Hahahahaa.... Memang `gila` saya susah ilangnya, dan terlalu melekat di karakter saya..

Ada lagi beberapa kata-kata indahnya yang dituliskan di buku-buku koleksi saya, diantaranya `Amalia, open your windows`, tertulis di buku Jendela-jendela, `Amalia, terimakasih sudah di depan pintu`, ada di buku Pintu, `Amalia, nangkring di atap`, ada di buku Atap, `Amalia, jangan hujan-hujanan yaaa`, ada di buku Perempuan Hujan, `Amalia, eat the Brownies`, di buku Brownies, dan lain-lain.Kehadiran Fira Basuki di Surabaya ini memang sangat saya nantikan dari lama, saya memang menginginkan sekali bisa bertemu langsung dengan beliau sejak pertama kali membaca bukunya. Mba Fira Basuki ke Surabaya dalam rangka menjadi pembicara dalam Workshop Penulis Muda di kampus Unair, selain itu juga sekaligus promo novel terbarunya Kapitan Pedang Panjang di beberapa radio

mba Fira Basuki saat memberikan materi di kampus Unair, Santai dan Cantik

Saya sudah menyukai karya beliau sejak 2001, saat itu saya dikenalkan oleh teman, dengan meminjamkan buku Jendela-jendelanya kepada saya, rasanya seperti magnet, ringan tetapi mengalir, saya memutuskan untuk membeli sendiri novel itu. Setelah itu karya-karya terbarunya selalu menjadi buruan tiap kali main-main ke toko buku. Banyak kejutan di setiap novelnya, dan terkadang saya sampai bertanya-tanya tiap kali membaca tulisan beliau yang kadang tidak masuk akal, `Apakah hal itu memang benar-benar ada?`. Mba Fira begitu cerdasnya menghidupkan semua karakter di novelnya. Bahkan di novel Brownies, mba Fira menggunakan benda mati sebagai sudut pandangnya. Hebat!!

Dari sekian banyak karya-karyanya, yang menjadi favorit saya adalah `Brownies`. Brownies menjadi sangat istimewa bagi saya karena saat diluncurkannya Novel itu -sangat kebetulan- bertepatan dengan usaha saya menjadi Tukang Brownies di kampus, walau usaha itu harus berakhir karena saya harus pindah dari Bogor, tetapi sampai sekarang pun saya masih sangat terobsesi untuk kembali menjadi Tukang Brownies.

Ada satu novel mba Fira Basuki yang menurutnya sangat langka karena hanya dicetak beberapa, judulnya `Cinta dalam Sepotong Roti`, dan beruntungnya saya, saya termasuk dari yang `beberapa` ini, mba Fira sampai bertanya saat saya meminta tanda tangan beliau di buku langka itu,`Kamu dapet dimana?`. Saya mendapatkannya di Gramedia Pajajaran Bogor, itu juga berkat keisengan saya yang tiap kali ke Gramed selalu iseng menuju ke komputer pencari buku dan selalu menuliskan FIRA BASUKI di kolom nama penulis.hehehe.

Akhirnya foto bareng yeeaayy!!! :D

Thursday, November 25, 2010

Ber-Haji….

Idul Adha baru saja kita lalui, dengan adanya perbedaan, dua perayaan. Perayaan hari raya yang tentu saja masing-masing memiliki dasar dan alasan yang sama-sama kuat. Tapi sudahlah, tidak usah diperdebatkan lebih jauh. Satu hal yang membuat saya merasa cukup `berbeda` pada Idul Adha tahun ini, saya menjadi semakin memperhatikan, menyimak, dan begitu menikmati setiap pemberitaan Ibadah Haji. Rangkaian ibadah haji memang dilaksanakan sekitar bulan Dzulqoidah – Dzulhijjah, dan puncaknya terjadi pada 8 – 13 Dzulhijjah. Alhamdulillah, setelah Alloh SWT memanggil saya untuk melaksanakan ibadah umroh pada bulan Mei kemarin, rasanya saya semakin tertarik dengan semua hal yang berhubungan dengan haji, tanah suci, makkah, madinah, arab, dll. Hati saya serasa telah tertambat di sana. Selama bulan Ramadhan pun, saya rela untuk bangun lebih awal, sekitar pukul 1.30an, hanya untuk menyaksikan siaran langsung Sholat Taraweh dari Masjidil Haram, dan itu rasanya sungguh sangat luar biasa…

Masjidil Haram

Sampai sekarang pun saya belum bisa membayangkan, bagaimana rasanya berada di padang Arafah bersama dengan hampir 3 juta jamaah lainnya, dengan berpakaian ihrom, dan semuanya memiliki tujuan dan kepentingan yang sama..? Kemudian setelah wukuf, harus mencari batu di Musdalifah dan harus menginap di sana, paginya melempar jumroh Aqobah di Mina, setelah itu, harus ke Makkah untuk Towaf Ifadoh, Sai, dan tahalul, dan kemudian harus segera kembali ke Mina sebelum Maghrib, ya sekali lagi SEBELUM Maghrib, dan menginap di Mina untuk kembali melempar Jumroh keesokan harinya. Wow!! Saya masih belum bisa membayangkan juga pergerakan para tamu Alloh ini, dari Arofah – Musdalifah – Mina – Makkah – Mina, gelombang pergerakan manusia pada saat yang bersamaan. Benar-benar dibutuhkan fisik yang sangat kuat. Saya sempat membaca artikel di Republika, tentang hal ini. Kota Makkah menjadi sangat padat pada saat puncak haji, bus-bus pun tidak bisa bergerak karena ribuan bahkan jutaan manusia telah memadati jalan raya. Harga taxi pun menjadi sangat berlipat-lipat. Bahkan di beritakan, harga taxi telah mencapai 400 Real (1 Real = Rp. 2500) hanya untuk perjalanan Makkah – Mina yang pada hari-hari biasa dapat ditempuh sekitar 15 – 20 menit. Ini sungguh luar biasa!!

Suasana Sa`i di luar bulan Ramadhan dan bulan Haji - tidak begitu padat -

Setelah melakukan serangkaian rukun dan wajib haji, maka sebelum meninggalkan kota Makkah, jamaah harus melakukan towaf wada`, yaitu towaf perpisahan, towaf yang dilakukan terakhir kalinya sebelum meninggalkan kota Makkah. Saya pun mengakuinya kalo tawaf ini merupakan towaf yang paling `Berat`, karena setelah melakukan towaf ini, kita tidak boleh lagi kembali ke Masjidil Haram, ya karena kita telah melakukan `perpisahan` tadi. Begitu beratnya meninggalkan Ka`bah ini, sampai-sampai ada beberapa orang yang saat akan meninggalkan Masjidil Haram, mereka berjalan mundur, dan memandang Ka`bah sampai berada di depan pintu terluar Masjidil Haram

Ka`bah

Semoga Alloh selalu menjaga niat, keinginan, harapan saya ini. Saya berharap padaMu Ya Alloh, segera panggil saya untuk segera bisa berhaji, untuk menyempurnakan Rukun Islam Mu. Amiiiiiiiiiiiiiiiin…

Tuesday, September 21, 2010

Sang Pencerah yang mencerahkan..

Pertama kali mendengar bahwa film ini menggambarkan sosok Ahmad Dahlan, saya langsung bersemangat untuk monontonnya. Darah ke-Muhammadiyah-an yang mengalir deras di tubuh saya memang diturunkan secara turun temurun. Sejak kecil saya sudah digembleng dengan ajaran ke Muhammadiyah an, tetapi satu hal, saya belum mengenal betul sosok Ahmad Dahlan ini. Selama ini saya malah lebih mengenal lebih detail sosok Amien Rais, mantan ketua Muhammadiyah itu daripada pendiri Muhammadiyah itu sendiri.

Sang Pencerah ini menggambarkan kehidupan Muhammad Darwis (Ahmad Dahlan) mulai dari lahir sampai dengan beliau mendirikan Muhammadiyah. Ahmad Dahlan kecil ini merasakan bahwa ajaran Islam yang ada di lingkungannya saat itu telah banyak bercampur aduk dengan adat. Ritual/upacara adat, sesaji, sudah `kabur` dengan ibadah sesungguhnya yang berdasar Al Quran dan Hadist. Pada Usia yang masih begitu muda (15 tahun), Darwis memutuskan untuk naik haji dan sekaligus menimba ilmu agama di Arab. Lima tahun kemudian Darwis kembali, dan sejak itulah dia menggunakan nama Ahmad Dahlan.

Ahmad Dahlan berdakwah dengan cara yang berbeda, dan selalu mempelajari hal hal baru. Tetapi kyai-kyai di sana merasa tidak senang dengan cara baru Ahmad Dahlan ini, mereka `terlalu` mewarisi ilmu secara turun temurun, dan sulit menerima sesuatu yang baru dan pada akhirnya menganggap bahwa sesuatu yang baru itu merupakan ajaran yang sesat karena berbeda dengan yang telah diajarkan oleh guru mereka terdahulu. Saat Ahmad Dahlan menemukan kesalahan tentang arah kiblat, diapun dianggap kafir karena menggeser posisi sholat sebesar 23 derajat dari semula, bahkan Langgar (musholla) Kidul pun dirobohkan oleh orang yang tidak setuju dengan Ahmad Dahlan.

Perjuangan Ahmad Dahlan untuk menegakkan Islam sesuai dengan Al Quran dan Hadist ini selalu mendapat dukungan yang luar biasa dari sang istri, Siti Walidah. Tidak hanya dukungan semangat, tetapi juga materi. Setelah berhasil menjadi pengajar Agama Islam di sekolah Belanda, Ahmad Dahlan menyadari perlunya mendirikan sekolah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, akhirnya beliau pun mendirikan sebuah Madrasah Ibtidaiyah dengan bantuan istri dan murid-muridnya.

Akhirnya pada tahun 1912 Ahmad Dahlan mendirikan Persyarikatan Muhammadiyah, yang tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga pendidikan, dan sosial.

Friday, August 20, 2010

Surabaya

Surabaya merupakan kota yang sempat menjadi kota impian saya untuk berkuliah, bahkan saat saya kuliah di Bogor pun saya masih terobsesi untuk bekerja di kota ini setelah lulus kuliah. Entahlah, semacam ada magnet alami yang terus menerus mengeluarkan daya tariknya kepada saya.
Alhamdulillah, cita-cita saya untuk bisa bekerja di Surabaya pun terkabulkan oleh Alloh, saya diberi kesempatan untuk merasakan hidup di Surabaya.
Banyak hal yang telah saya dapatkan selama saya di Surabaya. Selain pengalaman kehidupan, tentu juga adanya pengalaman pertemanan yang luar biasa. Sungguh beruntung saya bisa bertemu dengan anak-anak plurker Surabaya, yang telah menjadi keluarga kedua bagi saya. Apa jadinya tanpa mereka saat saya di Surabaya?
Banyak yang tidak bisa diungkapkan, tapi rasa syukur tetap harus dipanjatkan, tidak ada yang lebih berharga dari segala pengalaman.. betul bukan? ;)

Wednesday, May 19, 2010

Perjalanan Suci

Rasanya seperti mimpi. Benar-benar sungguh di luar dugaan. Tak disangka sebelumnya akhirnya saya bisa pergi ke tanah suci.

Awalnya, hanya tante beserta kedua anaknya yang berencana pergi umroh, hanya bertiga saja. Saat long wiken akhir bulan April, saya pulang ke rumah, dan saat main ke rumah tante saya itu, beliau mengajak saya untuk berangkat sekalian. Akhirnya, tante saya bicara dengan Bapak. Dan tanpa diduga, Bapak saya setuju. Subhanalloh, pengen nangis rasanya saat mendengar berita indah itu. Rasanya campur-campur. Kaget campur senang campur takjub campur terharu. Yang menurut saya AJAIB!!!

Pertanyaan demi pertanyaan kemudian muncul, apakah bisa dengan persiapan yang kurang dari sebulan itu? Bagaimana dengan perijinan di kantor? Bagaimana dengan surat-surat? Paspor saya belum punya. NPWP pun belum ada. Sementara pihak PT. Gema Shafa Marwa sebagai penyelanggara pemberangkatan umroh ini meminta berkas-berkas harus dilengkapi maksimal dua minggu sebelum keberangkatan. Tante dan kedua sepupu saya sudah melengkapi semua persyaratannya. Saya hanya bisa pasrah kepada Yang Di Atas.

Akhirnya saya memperoleh ijin dari instansi tempat saya bekerja. Saya mendapatkan cuti satu bulan diluar tanggungan instansi. Artinya saya tidak digaji untuk bulan Mei. Alhamdulillah. Ijin telah saya dapatkan, saya pun kemudian mengurus paspor, yang ternyata tidak bisa jadi sehari. Saya harus menunggu selama 4 hari saja. Kemudian saya harus divaksin meningitis + influenza, yang ternyata tidak semua Rumah Sakit menyediakan vaksin itu. Di Surabaya hanya ada di Rumah Sakit PHC di daerah Perak. Alhamdulillah, meskipun mepeeeet sekali waktunya, akhirnya semua persyaratan bisa terpenuhi.

5 - 6 Mei

Hari keberangkatan pun tiba. Hanya ada rasa bahagia dan haru. Berangkat dari rumah selepas sholat Subuh. Pesawat jam 9.10 pagi dari bandara Adi Sumarmo Solo menuju Cengkareng. Jam 15.30 berangkat ke Jeddah dengan Royal Brunei, transit di Bandar Seri Begawan Airport sekitar 2 jam. Jam 2.22 pagi Alhamdulillah sampai di King Abdul Aziz dengan selamat sentosa. Sekitar jam 3.30 pagi keluar dari King Abdul Aziz dan langsung menuju ke Madinah dengan menggunakan bus. Perjalanan Jeddah – Madinah memakan waktu sekitar 6 jam. Rasa haru kembali menyeruak saat bus mulai memasuki kota Madinah. ‘Subhanalloh, ini adalah kota yang dulu dibangun Rasululloh… ‘. Sekitar jam 10 pagi, akhirnya sampai juga di hotel. Kami menginap di Dallah Taibah. Alhamdulillah, dekat sekali dengan Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi

7 Mei

Selepas subuh, saya bersama sepupu dan tante berkunjung ke Makam Baqi. Di tempat ini lah kakek saya dimakamkan. Tapi hanya laki-laki saja yang bisa memasuki area pemakanan ini, jadi hanya sepupu saya yang cowok yang bisa masuk ke dalam. Subhanalloh, walaupun hanya bisa berdiri di luar pagar makam, akhirnya saya bisa mengunjungi makam kakek saya, Bapak dari Ibu saya, Kakek yang belum pernah saya lihat sebelumnya, karena beliau meninggal saat saya masih berusia 7 bulan di kandungan.

Makam Baqi

Setelah sarapan pagi, kami serombongan dibawa berziarah seputar kota Madinah. Kami berkunjung ke Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, dan ke Kebun Kurma. Masjid Quba merupakan masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah dan para sahabat. Rasul pernah bersabda “ Barangsiapa yang bersuci dari tempat tinggalnya kemudian datang ke Quba dan melaksanakan sholat di Masjid Quba, maka baginya adalah pahala Umroh”. Subhanalloh.

Masjid Quba

Jabal Uhud merupakan gunung terbesar di utara Madinah yang berdiri sendiri, tidak bersambungan dengan gunung lain sebagaimana umumnya gunung di Madinah yang sambung menyambung. Rasululloh pernah menyebut gunung ini sebagai salah satu gunung yang ada di Surga. Di gunung ini juga terjadi perang uhud.

Jabal Uhud

Masjid Qiblatain merupakan masjid dengan 2 kiblat. Sebelumnya, umat Islam berkiblat ke baitul maqdis, Masjidil Aqsa di Palestina. Suatu hari pada bulan ke 17 Rasul tinggal di Madinah, saat sholat Dhuhur, nabi dan para sahabat melalukan sholat secara berjamaah. Ketika sudah mendapatkan 2 rakaat, tiba-tiba turun perintah dari Alloh SWT agar pada saat itu juga Nabi menghadap Makkah (Ka’bah). Maka Rasul pun melakukan gerakan balik kanan (berputar 180 derajat), dan para makmum memilih jalan memutar agar tetap berada di belakang Nabi. Jadi dalam satu sholat itu, Nabi dan makmumnya menghadap ke 2 arah kiblat.

Masjid Qiblatain

Setelah Isya, saya, tante, dan sepupu yang perempuan ikut mengantri untuk bisa ke Raudhoh. Raudhoh merupakan area diantara mimbar dan makam Rosul, apabila kita berdoa di sini insyaalloh doa kita akan segera dikabulkan Alloh SWT. Kata Raudhoh sendiri berarti taman surga. Tidak mudah untuk bisa berdoa di tempat ini. Bagi kaum perempuan ada waktu-waktu tertentu untuk bisa mengunjungi Raudhah ini, yaitu setelah subuh, setelah Dhuhur, dan setelah Isya. Subhanalloh….tak ada kata yang bisa menggambarkan perasaan saya saat itu, air mata sudah tidak terbendung lagi saat melihat makam Rasululloh, “Assalamualaika Ya Rasululloh….”

Di bawah kubah hijau itulah letak Makam Rasulullah SAW

8 - 9 Mei

Selepas Dhuha, kami bertiga ikut mengantri lagi di Raudhoh, rasanya ketagihan untuk pergi ke sana, walaupun harus mengantri lamaaaa, tapi kami mengantri dengan senang hati. Setelah sholat Dhuhur dan makan siang di hotel, kami sudah bersiap dengan pakaian ihrom untuk menuju ke Makkah. Kami serombongan mengambil Miqot dan niat Umroh di Masjid Bir Ali. “Labaikallohumma Umrotan”, merinding rasanya.

Masjid di Bir Ali

Perjalanan Madinah – Makkah kami tempuh kurang lebih sekitar 8 jam perjalanan darat dengan menggunakan bus. Jam 10.30 malam, bus yang membawa kami mulai memasuki kota Makkah. Subhanallooohhh… bergetar hati ini. Alhamdulillah, kami serombongan mendapatkan hotel yang amat sangat dekat dengan Masjidil Haram, yaitu di Hilton Makkah. Setelah cek in, kami pun menuju masjidil Haram untuk umroh. Pertama kali masuk masjid ini, kami mengikuti sunah Rasul untuk masuk melalui Babus Salam (Pintu Salam), kalau tidak salah, pintu no 24 dan 25. Di Masjidil Haram ada sekitar 95 pintu (kalau tidak salah juga yaa). Begitu memasuki kawasan dalam masjid, dan untuk pertama kalinya melihat Ka`bah, saya langsung merasa gemetar, merinding, deg2an, campur-campur tidak karuan, tapi anehnya saya tidak bisa menangis saat itu. Jam 00.30 pagi kami mulai Tawaaf, dilanjutkan sholat mutlak di belakang Maqom Ibrahim, minum Air Zam-zam, Sai, dan diakhiri dengan tahalul. Alhamdulillah. Selesai umroh jam menunjukkan pukul 3.30 waktu masjidil Haram. Berarti sebentar lagi sudah waktunya Subuh. Akhirnya kami memutuskan untuk sekalian menunggu waktu Subuh.

10 Mei

Setelah sarapan, kami serombongan bersiap-siap untuk berziarah di sekitar kota Makkah. Yaitu ke Jabal Tsur, Jabal Rahmah (Arafah), Muzdhalifah, Mina, Jabal Nur, dan Ji`ronah. Jabal Tsur memiliki nilai penting pada perkembangan Islam, karena disana terdapat Gua yang dijadikan tempat persembunyian Rasul dan Abu Bakar saat akan hijrah ke Madinah dari kejaran kaum kafir quraisy.

Jabal Tsur

Jabal Rahmah di kawasan Arafah merupakan tempat pertemuan antara Nabi Adam dengan Siti Hawa, sementara kawasan Arofah ini merupakan areal untuk ibadah wukuf saat musim haji.

Jabal Rahmah

Arofah

Mina merupakan tempat untuk melontar Jumroh saat musim haji. Tempat ini memiliki keistimewaan, saat hari-hari biasa tempat ini terlihat sempit tetapi selalu menjadi luas secara otomatis saat musim haji, sehingga dapat menampung berjuta-juta umat Islam. Rasululloh SAW pernah berucap “Sesungguhnya Mina itu seperti rahim, bilamana terjadi kehamilan akan diluaskan oleh Alloh SWT”. Subhanalloh.

Mina

Jabal Nur merupakan gunung di sebelah utara masjidil Haram. Di puncak gunung ini terdapat Gua Hira, di gua inilah Rasul menerima wahyu dari Alloh SWT untuk pertama kalinya.

Jabal Nur

Kunjungan terakhir adalah ke Ji`ronah. Merupakan salah satu tempat Miqot, sehingga kamipun melakukan Miqot di Masjid ini untuk melaksanakan umroh yang kedua.

Masjid Ji`rona

Kami melaksanakan Tawaaf selepas sholat Dhuhur. Subhanalloh, panas yang sangat terik itu ternyata tidak sepanas yang kami bayangkan sebelumnya. Panas di dalam masjid dan diluar masjid terasa beda saat itu. Benar-benar kuasa Alloh SWT.

11 Mei

Alhamdulillah, selepas subuh, kami bisa melakukan Tawaaf sunnah, nikmat sekali rasanya. Dan akhirnya saya bisa memegang kiswah (penutup ka`bah). Saya memang penasaran sekali dengan kain penutup Ka`bah tersebut. Ternyata kainnya sangat tebal dan kaku, bersulamkan benang emas. Seperti kertas saring untuk praktikum kimia, tetapi lebih tebal.

12 Mei

Merupakan hari terakhir di kota Makkah. Sedih sekali rasanya sudah harus melakukan Tawaf Wada`, yaitu tawaf perpisahan. Kami melakukan tawaf ini sekitar jam 10 an, karena kita harus sudah cek out dari hotel setelah sholat Dhuhur. Alhamdulillah, pada Tawaaf itu saya bisa berdoa di Multazam dan sholat mutlak di Hijir Ismail. Subhanalloh. Airmata saya sudah tidak bisa terbendung, dan bahkan rasanya sampai sesak napas. Akhirnya dengan beraaaaaaaaat hati kita meninggalkan kota Makkah menuju Jeddah. Ya Alloh, ijinkanlah saya untuk kembali lagi mengunjungi rumah Mu. Amin…

Visa oh Visa

Saya baru tau, untuk bisa masuk Saudi Arabia, seorang perempuan yang berumur kurang dari 45 tahun, harus didampingi oleh Mahram / Muhrim. Nama Mahram pun harus tertulis di Visa. Saya baru mengetahui hal itu saat akan pemeriksaan imigrasi di King Abdul Aziz. Saya tidak ‘ngeh’ sebelumnya karena tulisan di Visa itu berupa huruf arab gundul tanpa harokat. Ternyata di Visa saya tertulis nama YASSIER ARAFAT MUSTAFA sebagai Mahram saya. Awalnya saya mengira itu adalah nama petugas atau petinggi instansi atau apaaaa begitu, karena namanya sudah ke-arab-araban. Tetapi saat melihat Visa sepupu saya yang perempuan, saya baru ngeh, pikir saya seharusnya Mahram saya adalah sepupu saya yang laki-laki, bukan malah Yassier Arafat Mustafa itu. Nah Luh. Saat pemeriksaan, sempat jadi masalah dengan petugas imigrasi, untung tante saya bisa menjelaskan kalau Visa saya salah, dan Alhamdulillah si petugasnya bisa menerima. Fiuhhhhh…..

Saat makan siang di Madinah, ada seorang ibu dari Bontang Kaltim, yang berkenalan dengan kami. Kami pun bercerita – cerita, akhirnya tante saya bercerita mengenai Visa saya itu. Ajaib!! Ternyata Yassier adalah anak laki-laki ibu itu….

Saat kepulangan, pemeriksaan imigrasi pun kembali dilakukan, dan ternyata Visa saya kembali bermasalah. Petugas imigrasi tidak bisa menerima keterangan dari tante saya bahwa tulisan Mahram itu salah. Petugas itu ngotot minta ditunjukkan Paspor atas nama Yassier Arafat Mustafa. Akhirnya saya pun lari-lari mencari Yassier. Alhamdulillah dia masih di pemeriksaan barang. Alhamdulillahnya lagi, sebelumnya (saat mengantri pemeriksaan imigrasi) saya sempat memperlihatkan Visa saya ke Yassier, jadi saat saya meminjam paspornya, si Yassier langsung `ngeh` dengan apa yang terjadi. Alhamdulillah, akhirnya stempel dari petugas pun mendarat di buku paspor saya.. fiuuuuh…

Tambahan cerita yaaa,

Setelah mpok Mphie Yasin membaca tulisan saya, si mpok langsung menjelaskan ke saya mengenai masalah Visa tadi, ternyata ada ilmu baru yang saya dapatkan. Begini,

Jadi, untuk yang berangkat ke Arab tanpa Mahram, bisa 'menitipkan diri' pada orang lain, tapi harus memakai surat yang dilegalkan di Departemen Agama. Dan mungkin inilah yang terjadi dengan saya.

Ternyata untuk satu orang laki-laki hanya bisa meMahrami satu orang perempuan, kecuali Bapak kepada anak perempuannya (misalnya anaknya 10 perempuan semua, cukup dengan satu mahram, yaitu Bapaknya). Nah, karena sepupu saya yang laki-laki sudah meMahrami sepupu saya yang perempuan, maka saya pun dicarikan Mahram, yang tiada lain tiada bukan adalah si Yassier Arafat Mustafa ini, karena kita satu rombongan.

Menurut pengamatan mpok Mphie, pihak travel yang kemungkinan besar lupa menyampaikan hal itu ke saya dan Yassier. Jadi seharusnya saat masih di Indonesia, pihak travel menjelaskan bahwa saya telah`dititipkan` ke Yassier, sehingga saat pemeriksaan imigrasi baik waktu masuk maupun keluar Arab, saya harus `ngintilin` si Yassier ini...Benar-benar jadi pengalaman yang sangat berharga..

Semoga cerita saya ini bisa memberikan informasi bagi teman-teman yang ingin umroh tapi belum ada muhrim. Saat Visa sudah jadi, harus betul-betul harus di cek nama Mahram yang ada di Visa, siapa tau juga dititipkan ke orang lain seperti saya, agar tidak ada masalah di imigrasi.. :)

Semoga di umroh selanjutnya (atau bahkan Haji, amiiiiiin Ya Alloh), di Visa saya sudah tertulis nama Mahram yang sesungguhnya, bukan Mahram titipan.. Amin.. hihihihi... :)

Sunday, May 24, 2009

Mario Ginanjar di Jogja

Waaooo....

itulah kata-kata yang pertama kali terceploskan, begitu mendengar berita dari Gandes, kalau Mario akan ke Jogja, menjadi pengisi acara di Malioboro Mall, Sabtu 23 Mei 2009. kata Mario, dia datang ke Jogja Jumat sore flight jam 2.30, dan dia pengen makan di gudeg Yu Djum. hehehe..

22 Mei

Dan Jumat sore pun tiba, tadinya karena mau makan di Yu Djum, Mario minta dijemput di hotel saja. Jam 3.30 pm. dan belum ada kabar juga dari Mario. Akhirnya kita putuskan untuk langsung ke Bandara saja. dan ternyta benar, pesawatnya delay, dan baru tiba di Jogja sekitar jam 4.30 an. Begitu tiba, Mario dan sang menejer sibuk mencari panitia penjemput, dan...... owhhh... ternyata si penjemput sudah kembali pulang, dengan berbagai alasan tentunya... (doh)!

Yahh, wajar sekali kalau si Mario dan menejernya ini sempat dibuat kesel sama ulah panitia. Walaupun akhirnya si Panitia jadi menjemput mereka, tapi Mario dan menejer sudah terlanjur memutuskan untuk ikut bersama kami saja, karena sudah kelaparan tingkat berat..

Tujuan pertama kami adalah GUDEG YU DJUM. Ahaaayy jadi teringat peristiwa beberapa bulan yang lalu, saya dan dek Gandes juga berada di tempat itu bersama Kahitna. Hehehe.. Setelah menikmati makan sore itu, perjalanan dilanjutkan mencari oleh-oleh di Bakpia Pathok 75.

Setelah itu kita berkeliling - keliling Jogja, mengelilingi Malioboro dan akhirnya kita memutuskan untuk `nongkrong` di Rumah Coklat (Jl. Cik Di Tiro). Setelah order pesanan, tiba2 Mario beranjak ke dalam, dan begitu keluar sudah membawa mainan, ular tangga dan apaaa gt namanya. Akhirnya kita memutuskan memainkan mainan yang saya tidak tau namanya itu. Permainan yang SANGAT SERU SEKALI!! Kalo diperhatikan, ternyata kita menjadi pengunjung paling berisik di situ. Hahaha... Hampir 2 jam kita berada di tempat itu.

Dan akhirnya kita mengantarkan Mario ke Sheraton..

23 Mei

Saya dan dek Gandes berangkat jam 12.30 an. Karena kondisi jalan yang cukup padat, kami sampai di Malioboro Mall sekitar jam 1 an. Dan kita bertemu lagi dengan Mario.

Acara dimulai jam 2 siang, tetapi Mario baru perform sekitar jam 3 sore. Dalam kesempatan itu Mario menyanyikan lima lagu. Lagu Seandainya Aku Bisa Terbang, Engga Ngerti, Suratku, Cantik, dan tentu saja Takkan Terganti. Tiga lagu pertama dinyanyikan secara Medley. Kereeeeeeeeenn!!

Mario Ginanjar & Bony Adam ..

Makasih buat kesemuanya, keseruannya, kegilaannya... Borobudur masih menanti utk dikunjungi... ;)

Thursday, March 19, 2009

Gathering Soulmate Kahitna

Gathering Soulmate Kahitna, bisa dibaca juga di sini

1 Maret kemarin menjadi salah satu peristiwa penting di dunia persoulmate an. Di hari itulah, diadakan gathering soulmate kahitna kedua. Acara yang dimulai dari jam 2 siang ini menghadirkan berbagai acara menarik yang telah disusun oleh panitia. Mulai dari game-game seru, seperti tebak wajah para personel Kahitna, lomba karaoke lagu Kahitna, dan tentu saja suguhan hiburan dari Bram and Friends Band yang membawakan lagu-lagu Kahitna membuat acara semakin meriah. Selain itu ada penampilan istimewa dari seorang ilusionis, Denny Darko yang meramalkan bahwa akan ada Gathering yang lebih besar lagi yang akan diselenggarakan di tempat yang sangat spektakuler, Opera House Sydney, bersamaan dengan launching album ke 23 Kahitna yang berjudul Perjalanan Cinta Kahitna. Amin.

sang infotainer Denny Darko

Bram and friends

Gathering Soulmate Kahitna ini terasa sangat istimewa, karena acara ini sangat didukung oleh manajemen Kahitna, bahkan soulmates dikejutkan dengan kehadiran 5 orang personel Kahitna. Kang Yovie Widianto, kang Hedi Yunus, Mas Dody Is, Kang Harry SW, dan tentu saja Kang Mas Andrie Bayuadjie. Acara ngobrol dan tanya jawab pun berlangsung akrab, benar-benar merasakan kedekatan yang amat sanga dengan sang idola, seakan tanpa berjarak. Kemudian ada persembahan dari Soulmates untuk Kahitna tercinta. Sebuah puzzle dengan gambar ke-sembilan personel Kahitna. Semoga bisa menjadi mainan alternatif di Galur. Hehehehe…

Kahitna

Kahitna dan puzzle persembahan dari Soulmate Kahitna

Walaupun tanpa didukung personel yang lengkap, Kahitna tetap menyuguhkan beberapa lagu yang apik untuk soulmate yang datang di acara itu. Lagu Andai Dia Tahu, Engga Ngerti, dan Soulmate mengalun dengan indahnya. Ada catatan menarik saat Kahitna perform ini, karena Mario dan Mas Carlo tidak bisa datang ke acara ini, posisi mereka pun digantikan oleh Mas Dody. Ya, mas Dody menyanyi. Hehehehe. Posisi kang Abuy juga digantikan oleh Kang Harry. Ya, kali ini kang Harry memainkan Drum.. :D Tapi tetap saja penampilan Kahitna benar-benar luar biasa..

Kahitna menghibur para Soulmatenya

Kang Harry maen drum

Mas Dody nyanyi....

Mas Andrie Bayuadjie

Ide awal diadakannya acara ini awal dimulai dari Amik, yang akhirnya diaminin oleh soulmate yang lain (Panitia). Yah, impian pun berusaha diwujudkan. Facebook dan YM menjadi alat yang sangat membantu dalam penyelenggaraan gathering ini. Panitia yang terdiri dari 8 orang dan berdomisili di berbagai kota [Saya di Jogja, Gandes (Jogja), Amik (Singapura), Au (Bogor), Teh Wie (Bandung), Mb Linda (Jakarta), Mb Fitri (Jakarta) dan Wida (Jakarta)], selalu menggunakan fasilitas itu untuk berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai acara ini. Waktu yang sangat sempit digunakan sebaik-baiknya untuk merancang acara ini. Menghubungi pihak manajemen, mesan ini itu, persiapan ini itu dan lain-lain benar-benar terselenggara dalam waktu singkat. Bahkan invitation pun baru disebar sekitar 10 hari menjelang hari H. Panitia yang di Jakarta dibuat paling sibuk. Mulai dari menyiapkan tempat, memesan puzzle, dan lain-lain sampai menyiapkan pernak pernik untuk doorprize.

Ada cerita yang menarik dibalik para panitia ini, kita benar-benar baru bertemu BERDELAPAN saat event ini, sebelumnya kita hanya bertemu via Facebook, YM, dan HP saja, benar-benar menjadi pertemuan yang indah, merasakan seakan-akan kita telah berteman lama. Dan memang tidak ada tema lain yang menjadi bahan obrolan selain Kahitna, kahitna, dan kahitna. Baru kali ini saya merasakan `kebebasan` bercerita dan mendengarkan cerita mengenai Kahitna, tanpa adanya kebosanan dari yang mendengarkan… hehehe.. Dan akhirnyaaaaa Pow di tengah :D

Panitia

Persiapan di mulai dari rumah Amik

Panitia yang super sibuk

Benar-benar tidak terduga, akhirnya acara bisa terlaksana lancar seperti ini. Akhirnya saya bisa bertemu juga dengan soulmate-soulmate Kahitna. Terima Kasih ya ALLOH, Engkau telah mempertemukanku dengan Soulmate-soulmate Kahitna ini. Hanya ungkapan Syukur kepada Mu yang bisa terucap, terungkap dan terpanjatkan dari lubuk hati terdalam…

Kahitna perform

Kahitna perform

Terima kasih Kahitna, Manajemen dan Crew, dan soulmates semua… eh ga ketinggalan, mas potograper juga :D

Kahitna, manajemen, crew, dan panitia